By
Kureha at 24/10/2025
Di tengah semangat kreatif yang terus tumbuh di Bali, Area Creator V hadir membawa warna baru. Event kali ini terasa jauh lebih besar, lebih ramai, dan lebih beragam dari sebelumnya. Dengan lebih dari 55 booth, 2300+ pengunjung, dan 140 peserta kompetisi, suasana yang tercipta begitu hidup — bagaikan pusat energi para kreator, komunitas, dan penggemar pop culture yang bersatu dalam satu tempat.
Area Creator V bukan sekadar event, melainkan sebuah perjalanan evolusi dari apa yang Cre:HA Project bangun sejak awal — tempat di mana para kreator lokal bisa berkembang, berkolaborasi, dan dikenal lebih luas. Tahun ini, kami menghadirkan lebih banyak kegiatan dari booth circle hingga komunitas kreatif yang menampilkan karya orisinal mereka. Tak hanya itu, berbagai kompetisi juga digelar, termasuk satu lomba baru yang paling mencuri perhatian: Lomba Animasi 2D untuk siswa SMA/K, membuka jalan bagi generasi muda untuk menapaki dunia kreatif sejak dini.

Salah satu daya tarik utama tahun ini datang dari kolaborasi lintas komunitas dan seniman, terutama dalam Lomba Fan Art bertema Ki Ai Nirnur, IP orisinal milik Marmar. Kolaborasi ini bukan hanya sekadar lomba, tapi simbol bagaimana ide-ide lokal bisa diangkat menjadi karya yang inspiratif dan memiliki nilai budaya sendiri. Setiap karya yang dipamerkan memperlihatkan semangat yang sama: keberanian untuk menciptakan sesuatu dari hati.
Tak berhenti di sana, Area Creator V juga menjadi wadah pertemuan antara kreator muda dengan para profesional di industri komik dan pop culture. Kami menghadirkan Ghosty Comic’s, salah satu IP komik terkenal Indonesia yang sudah menginspirasi jutaan pembaca dengan humor dan kisah kesehariannya. Melalui sesi sharing yang hangat, sang author berbagi tentang bagaimana membangun karya dari nol dan pentingnya konsistensi dalam berkarya di era digital.



Selain Ghosty Comic’s, ada juga Gambar Nana yang berbagi pengalaman lewat sesi sharing dan workshop komik. Dari sana, banyak peserta yang mendapat pandangan baru tentang bagaimana karya sederhana bisa menjadi sesuatu yang besar jika dikerjakan dengan tekun dan cinta. Banyak anak muda yang pulang dengan semangat baru — beberapa di antaranya bahkan mulai membuka circle booth kecil mereka sendiri setelah event ini.
Tak kalah menarik, dari sisi performance, kami menghadirkan Ice Tea, salah satu cosplayer berprestasi nasional bersama timnya Yomigaere. Mereka datang bukan hanya untuk tampil, tapi juga berbagi pengalaman dan inspirasi melalui sesi sharing, penjurian cosplay, hingga pertunjukan spesial bertema Kabaret. Penampilan mereka menjadi contoh nyata bagaimana cosplay bisa menjadi bentuk seni pertunjukan yang utuh — memadukan ekspresi, musik, dan teatrikal dalam satu kesatuan yang memukau.


Selain itu, dua idol indie — Chika Idol Nextanative dan Crescendo — turut memeriahkan panggung. Dengan karya original buatan sendiri, mereka menunjukkan bahwa dunia idol tak selalu harus bergantung pada label besar; semangat independen dan orisinalitas justru bisa menjadi kekuatan utama. Melalui mereka, harapan baru tumbuh bagi komunitas idol dan cosplay Bali untuk mulai menciptakan karya orisinal dan menonjolkan karakter lokal.
Dalam hal education & experience, Area Creator V menjadi tonggak penting bagi para kreator lokal. Lomba-lomba yang dihadirkan — mulai dari Lomba Animasi 2D, Fan Art kolaborasi Marmar, Anime Song, Cosplay Competition, hingga Cosplay Walk — tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi ruang belajar yang membentuk ekosistem kreatif yang sehat. Kami ingin menumbuhkan komunitas yang saling mendukung, bukan bersaing secara sempit. Dengan begitu, industri kreatif di Bali bisa terus menghasilkan SDM berbakat yang tumbuh bersama komunitasnya.
Sementara di sisi circle & community experience, peningkatan jumlah booth menghadirkan pengalaman yang lebih imersif bagi pengunjung. Booth-booth dari berbagai fandom menampilkan merchandise eksklusif, fan art, hingga IP orisinal buatan sendiri dalam bentuk stiker dan komik. Pengunjung tak hanya berbelanja, tapi juga bisa berinteraksi langsung dengan kreator dan komunitas mereka. Salah satu sorotan utamanya adalah Denpasar Community Championship, turnamen pop culture yang menjadi ajang unjuk bakat antar komunitas dalam suasana seru dan sportif.

Bagi kami, Area Creator V bukan sekadar acara tahunan — ini adalah hasil dari perjalanan bersama komunitas, para kreator, dan semua pihak yang terus percaya bahwa Bali bisa menjadi pusat gerakan kreatif yang solid. Setiap booth, setiap karya, dan setiap interaksi yang terjadi di sana adalah bukti nyata bahwa semangat kolaborasi masih hidup dan terus berkembang.
Perjalanan ini belum berakhir. Jika Area Creator IV menjadi awal dari langkah besar menuju nasional, maka Area Creator V adalah bentuk kematangan — di mana ide, komunitas, dan kolaborasi mulai menyatu menjadi sebuah ekosistem kreatif yang nyata. Dan bagi Cre:HA Project, ini bukanlah garis finish, melainkan awal dari bab berikutnya menuju dunia kreatif yang lebih luas dan berkelanjutan.